Pengumpan RSS

PERKALIAN MATRIKS DAN INVERS MATRIKS

Sering kali siswa bingung mengoperasikan Matriks dikali Matriks. Hal ini mungkin disebabkan siswa belum memahami konsep baris kali kolom (“baskom)”  pada perkalian matriks dengan matriks. Bila hal ini diabaikan akan membuat kesan bahwa Perkalian Matriks dengan Matriks adalah suatu operasi matematika yang sangat sulit.

Untuk menghilangkan kesan bahwa perkalian matriks dengan matriks itu sulit, membingungkan atau ribet, dapat kita gunakan animasi powerpoint.

Bagi yang berminat, silahkan download powerpoint perkalian matriks dengan matriks berikut ini. Semoga bermanfaat.

RIEFDHAL

RIEFDHAL SEDANG SIARAN INTERAKTIF DI TVE/TVRI

PERKALIAN MATRIKS DENGAN MATRIKS

MENENTUKAN LUAS DAERAH DENGAN INTEGRAL

Posted on

Pada waktu kegiatan belajar mengajar tentang penggunaan integral, selalu saja siswa bertanya: Pak, apakah boleh fungsi-fungsi yang menjadi batas suatu daerah yang akan dicari luasnya tidak digambar? Pertanyaan ini mengindikasikan bahwa menggambar fungsi sederhana, seperti grafik fungsi linear, grafik fungsi kuadrat, grafik fungsi pangkat tiga dan seterusnya masih merupakan kendala bagi siswa ketika mengerjakan soal integral. Kendala yang lain adalah menyangkut hitungan-hitungan bilangan pecahan, bilangan berpangkat pecahan, pangkat negatif dan lain sebaginya.

Penggunaan integral antara lain adalah menentukan luas suatu daerah dan menentukan volume bangun ruang hasil suatu perputaran. Daerah yang akan dicari luasnya harus digambar sesuai batasan yang terdapat pada soal. Materi ini di ajarkan di kelas XII IPA (kelas 3 SMA)

Yang menjadi masalah mengapa siswa sulit untuk menggambar berbagai fungsi-fungsi sederhana tersebut? Dan mengapa siswa kurang trampil dan tidak teliti melakukan perhitungan bilangan pecahan, bilangan berpangkat pecahan, bilangan berpangkat negatif dsb? Padahal menghitung bilangan pecahan dst serta menggambar berbagai grafik fungsi yang sederhana sudah dipelajari di kelas sebelumnya, seperti di SMP dan di kelas X?

Menghadapi kondisi seperti ini tiada jalan guru kelas XII  IPA harus sabar dan ikhlas mengulang kembali cara-cara menggambar berbagai fungsi-fungsi sederhana tsb dan dengan sabar pula membelajarkan siswa untuk melakukan perhitungan bilangan pecahan, bilangan pecahan berpangkat pecahan dsb. dengan resiko pelajaran materi berikutnya tertunda dibelajarkan. Mungkin ada diantara pembaca yang ingin share pengalaman mengajar integral yang lebih efektif, lebih mudah dan cepat dipahami siswa??

Menentukan Luas Daerah dengan Integral

PENGUATAN DAN PENATAAN ULANG KURIKULUM

Posted on

Paparan Puskur – Rakornas Jarlitbang 2011

Penguatan dan Penataan Kurikulum

Penataan kurikulum mencakup tiga hal,

(1) Penguatan Pelaksanaan KTSP;.

(2) Pengkajian Materi KTSP;

3) Pengelolaan Kurikulum Sekolah;

Apa saja Yang Berubah pada Struktur Kurikulum?

Paling tidak, telah dilakukan analisis dan telah diidentifikasi kesalahan besar dalam implementasi Kurikulum kita. Dalam implementasi kurikulum kita selama ini, implementasi Ketentuan Standar Nasional Pendidikan dan Ketentuan Kurikulum tercampur menjadi satu, sehingga seolah-olah KTSP kita sama sekali tidak berdasarkan Satuan Pendidikan, melainkan ditentukan oleh pusat. Gambar

Berdasarkan pertimbangan di atas, di masa mendatang harus dilakukan:

  • Pemilahan Standar Isi dan Kelulusan (SI/SKL) dari Kurikulum. Ketentuan tentang Standar Nasional Pendidikan dan Kurikulum sebagaimana yang diatur secara terpisah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan masing-masing secara tersendiri.
  • Pemilahan ranah kompetensi lulusan yang mencakup kualifikasi kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  • Kurikulum akan diatur menurut jenjangnya, Tingkat Nasional, Tingkat Daerah, dan Tingkat Satuan Pendidikan.

Catatan untuk perubahan ini, terutama pada pemilahan ranah standar kompetensi lulusan, yang dilakukan berdasarkan Standar Isi. anut, Standar Kompetensi justru yang harus menentukan isi atau materi apa yang harus disampaikan kepada siswa. Artinya, kita harus bisa mendaftarkan kompetensi apa saja yang harus dikuasai siswa kita di masa mendatang, baru kita bisa tentukan materi apa saja yang perlu kita pelajari. Ini penting untuk mengurangi peluang materi yang berlebihan.

Proses penentuan kompetensi ini tentu melibatkan para ahli pendidikan, agar kompetensi dasar yang sangat penting dan perlu diutamakan, dapat diprioritaskan, jangan sampai semua lalu dianggap penting, sehingga siswa lagi yang mendapat beban terlalu besar.

Pada matapelajaran matematika SMA, Dimensi Tiga (Bangun Ruang) adalah materi yang tidak habis-habisnya dibicarakan oleh para pendidik. Baik dari materinya yang sangat memerlukan daya ‘khayal’ tinggi untuk memahaminya maupun metode apa dan strategi jitu yang bagaiaman agar siswa cepat memahami.

Di Permendiknas no. 22 tahun 2006, tentang Standar Isi (SI), Standar Kompetensi tentang menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga terdapat di kelas X semester 2. Diasumsikan tingkat berfikir siswa kelas X  masih pada hal-hal yang bersifat konkrit, belum dapat berfikir secara abstrak. Hal inilah yang selama ini diyakini oleh sebagian pendidik sebagai kendala didalam menyampaikan materi dimenasi tiga. Sehingga dimensi tiga selalu tidak tuntas dipahami oleh peserta didik.

Berangkat dari latarbelakang tersebut, disamping latarbelakang yang lain yang lebih luas filisofinya, maka kesempatan untuk melakukan penguatan dan penataan ulang pada kurikulum bagi kami guru-guru matematika merupakan kesempatan untuk menata ulang kurikulum khususnya matematika. Penulis yang kebetulan sedikit terlibat didalam kegiatan penguatan dan penataan ulang kurikulum di Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), mencoba menelaah Permediknas no 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Permendiknas no. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Mudah-mudahan usulan penataan ulang untuk matapelajaran matematika akan dapat lebih menyempurnakan matapelajaran matematika.

Berikut usulan penataan ulang Matematika SMA : SKL  Matematika SMA Usul Revisi dan SK Matematika SMA revisi

ANTARA UJIAN NASIONAL DAN PENINGKATAN LAYANAN PEMBELAJARAN DI KELAS

Posted on

UU SISDIKNAS no. 20 tahun 2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Menjadi pertanyaan besar apakah pelaksanaan Ujian Nasional yang konon katanya  untuk standarisasi , sudah dapat melaksanakann amanah tujuan pendidikan tersebut?  Agaknya perlu pengkajian secara mendalam.tentang hal ini. Sudah sejauh mana pelaksanaan UN tersebut menjadi ranah aplikasi dari tujuan pendidikan seperti di amanahkan oleh UU no. 20 tahun 2003 tersebut.

Kemudian sejauh mana pula korelasi Ujian Nasional dengan peningkatan Layanan Pembelajaran di kelas, jika ketika pengumuman Ujian Nasional hanya berbicara tentang Prosentase Kelulusan dan Peringkat Sekolah.  Apakah tidak sebaiknya dikaji pula peningkatan hasil ujian nasional tahun-tahun sebelumanya dengan  sekarang, sehingga dapat terlihat apakah pencapaian hasil pembelajaran yang ditunjukan dengan rata-rata nilainya, naik atau menurun?

Di  tataran pelaksana pendidikan di sekolah, sebaiknya para kepala sekolah harus secara mendalam menganalisis hasil Ujian Nasional ini. Hasil analisis tersebut dapat ditindaklanjuti dengan melakukan strategi-strategi yang jitu sehingga pelaksanaan UN berkorelasi positif dengan peningkatan layanan pemebelajaran di kelas.  Dengan meningkatnya layanan pembelajaran di kelas, mudah-mudahan dapat meningkatkan hasil belajar, ditunjukan dengan meningkatnya rata-rata pencapaian hasil belajar setiap matapelajaran, meningkatnya pengendalian diri dan kepribadian serta meningkatnya ketrampilan yang sangat diperlukan bagi diri peserta didik dan masyarakat. Bravo Ujian Nasional!

Adakah Media Yg Memudahkan Belajar Dimensi Tiga???

Posted on

Masih banyak siswa yang menganggap dimensi tiga adalah materi yang sulit dipahami. Dan yang lebih memprihatinkan  lagi masih ada guru yang melewati saja materi ini untuk tidak diajarkan pada siswa. Padahal materi dimensi tiga tidak pernah tidak diujikan dalam Ujian Nasioanl (UN), alias soal-soal dimensi tiga selalu dimunculkan di UN. Bagaimana solusinya??

Pada dimensi tiga dipelajari tentang bangun-bangun ruang seperti, balok, kubus, prisma, limas, dll. Di dalam bangun ruang dimennsi tiga tersebut terdapat tiga unsur yaitu titik, garis dan bidang. Menentukan kedudukan atau posisi ke tiga unsur itu pada gambar (dimesnsi dua) kenyataannya tidak akan semudah kalau kita melihatnya di bangun ruang yang sebenarnya alias bangun ruang yang konkrit. Untuk itulah dibutuhkan alat peraga.

Dengan alat peraga akan lebih mudah menentukan posisi atau kedudukan salah satu unsur terhadap unsur yang lain seperti menentukan jarak antara titik dengan titik, titik dengan garis, dan titik dengan bidang. Dapat juga kita menentukan sudut antara garis dengan garis, sudut antara garis dengan bidang dan sudut antara bidang dengan bidang.

Adakah media lain, selain alat peraga agar siswa tidak sulit mempelajari dimensi tiga???

Dimensi Tiga- PROYEKSI & SUDUT

POLISI JAGA GUDANG

Posted on

GUDANG DI SEGEL

NASKAH SOAL

Posted on
GUDANG PENYIMPANAN NASKAH UN

GUDANG PENYIMPANAN NASKAH UN

PESERTA UN

Posted on
JUMLAH PESERTA UN

Daftar Peserta UN tahun 2011 di Rayon 13

Armada UN

Posted on
Armada UN

Pos Indonesia Pengantar soal UN

UN MEMBANGUN KARAKTER BANGSA?

Posted on

Walau masih tersisa kontroversi, UN SMA telah berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib dari 18 sampai dengan 21 April 2011.

Di semua lini perjalanan  naskah soal dari pembutan kisi-kisi, merancang naskah dan perakitan soal, pencetakan, pendistribusian, dan pelaksanaan di sekolah dan ruang ujian, telah dicoba untuk ditutupi segala celah-celah kebocoran dan ketidakjujuran yang akan merusak segalanya.

Dan mendiknas telah menegaskan tidak ada kebocoran UN SMA tahun 2011. Namun demikian agar tujuan pelaksanaan UN berhasil membangun dan membentuk karakter bangsa sebagai pejuang yang jujur dan tidak takut berkompetisi, perlu keberanian dari semua pihak untuk menindak tegas mereka yang melakukan ketidakjujuran.

Ke depan bangsa ini masih membutuhkan  banyak orang yang berkomitmen bahwa hanya melalui pendidikan dan diakhiri dengan pelaksanaan ujian nasional yang jujurlah, sebuah bangsa akan maju dan tidak mudah direndahkan oleh bangsa lain.

knowledge is power but character is more

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.